KEGIATAN 17-AN PADUKUHAN JONGKE LOR
Selamat hari kemerdekaan! Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-64 pada tanggal 17 Agustus, Dusun Jongke Lor mulai dari RW 26, RW 27, dan RW 28 telah mempersiapkan rangkaian acara 17-an. Rangkaian acara tersebut meliputi kegiatan yang sifatnya untuk mengenang jasa pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan, yaitu acara tabor bunga dan tirakatan untuk mengenang dan mendoakan jasa para pahlawan. Ada juga kegiatan yang bertujuan untuk meneruskan perjuangan bangsa seperti acara bersih desa, pengerasan jalan, konblokisasi, pembangunan talud desa, dan juga pengecatan tugu Sleman Sembada. Kegiatan kebudayaan meliputi pemasangan bendera merah pitih di jalan desa, acara potong tumpeng, dan ketoprak humor, serta penggunaan bahasa Jawa pada saat pentas seni berlangsung. Kegiatan kreativitas meliputi perlombaan untuk bapak, ibu, dan anak-anak seperti lomba badminton, pecah air, bawa tampah, ambil uang dalam papaya, kelereng, memasukkan benang, sepakbola putra putrid, makan kerupuk, pindah bendera, bakiak, jogged balon, dan lain-lain. Pentas seni diadakan di malam hari tanggal 17 Agistus 2009.
Label:
Kegiatan 17'an
TESTIMONIAL KETUA RT
RT 1
“Mari para remaja, pemuda warga Padukuhan Jongke Lor, kita peringati HUT RI ke-64 ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif, edukatif, dan menyenangkan dengan mengangkat nilai-nilai budaya local untuk membentengi budaya asing yang merusak generasi muda, penerus perjuangan bangsa.”
RT 2
“ Di dalam usianya yang ke-64 ini, marilah kita tingkatkan semangat 45 untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dan nenek moyang kita dalam mengisi kemerdekaan RI dengan lebih dewasa, bertanggung jawab, serta selalu bercermin pada sejarah. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan pernah melupakan sejarah.”
RT 3
“Kepada para pemuda agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah mencapai kemerdekaan seperti sekarang ini. Dan agar pemuda bersemangat berpartisipasi dalam merayakan 17 Agustus seperti dating dalam malam tirakatan yang intinya mendoakan para pejuang bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang baik.”
RT 4
“Dengan semangat juang ‘45, mari kita isi kemerdekaan yang telah berumur 64 tahun ini dengan hal-hal yang positif khususnya generasi muda kita demi keajuan bangsa dan Negara.”
RT 5
HUT RI ke-64 kali ini merupakan momen ‘kebersamaan untuk Maju Bersama’, diharapkan baik bagi penduduk asli dan penduduk pendatang bersama-sama membangun bangsa dan memberikan perubahan kea rah yang lebih baik. Tidak ada perbedaan, yang ada adalah semangat bersama-sama untuk maju dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.”
RT 6
“Dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke-64 marilah pemuda-pemudi kita galang semangat berkarya yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Juga jadilah anak bangsa yang mandiri.”
“Mari para remaja, pemuda warga Padukuhan Jongke Lor, kita peringati HUT RI ke-64 ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif, edukatif, dan menyenangkan dengan mengangkat nilai-nilai budaya local untuk membentengi budaya asing yang merusak generasi muda, penerus perjuangan bangsa.”
RT 2
“ Di dalam usianya yang ke-64 ini, marilah kita tingkatkan semangat 45 untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dan nenek moyang kita dalam mengisi kemerdekaan RI dengan lebih dewasa, bertanggung jawab, serta selalu bercermin pada sejarah. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan pernah melupakan sejarah.”
RT 3
“Kepada para pemuda agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah mencapai kemerdekaan seperti sekarang ini. Dan agar pemuda bersemangat berpartisipasi dalam merayakan 17 Agustus seperti dating dalam malam tirakatan yang intinya mendoakan para pejuang bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang baik.”
RT 4
“Dengan semangat juang ‘45, mari kita isi kemerdekaan yang telah berumur 64 tahun ini dengan hal-hal yang positif khususnya generasi muda kita demi keajuan bangsa dan Negara.”
RT 5
HUT RI ke-64 kali ini merupakan momen ‘kebersamaan untuk Maju Bersama’, diharapkan baik bagi penduduk asli dan penduduk pendatang bersama-sama membangun bangsa dan memberikan perubahan kea rah yang lebih baik. Tidak ada perbedaan, yang ada adalah semangat bersama-sama untuk maju dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.”
RT 6
“Dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke-64 marilah pemuda-pemudi kita galang semangat berkarya yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Juga jadilah anak bangsa yang mandiri.”
Label:
Ketua RT
Ketua pemuda jongke
Pemuda memiliki peran sebagai penentu kemajuan bangsa untuk meneruskan perkembangan kemajuan Bangsa Indonesia. Pemuda adalah ujung tombak untu meneruskan kemajuan Negara Indonesia. Untuk dapat melakukannya, sebagai pemuda sebaiknya kita memiliki sifat kepemimpinan. Sifat kepemimpinan dapat dimulai dari memimpin diri sendiri. Pemuda harus dapat memimpin diri sendiri agar kelak dapat memimpin orang lain. Untuk dapat memimpin diri sendiri, kita harus mengenali diri kita sendiri, seperti kebiasaan kiat sehari-hari. Apakah kebiasaan kita sehari-hari sudah mencerminkan sebagai pemuda yang dapat dijadikan pemimpin? Apakah kita mampu berdisiplin dalam mengerjakan tugas sehari-hari? Sudahkah kita bertangging jawab terhadap apa yang kita lakukan dalam keseharian kita?
Pemuda adalah generasi penerus bangsa karena dahulu di tangan pemudalah Negara Indonesia kita tercinta ini dapat merdeka. Oleh karena itu, tugak kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa saat ini adalah meneruskan perjaunagn para pendahulu kita untuk mempertahankan kemerdekaan. Untuk dapat meneruskan perjuangan para pendahulu kita, sebagai pemuda kita harus bersatu, jangan sampai terpecah-becah, perjuangan para pendahulu kita tidaklah ada artinya. Yang bias dilakukan sebagai pemuda generasi penerus bangsa untuk memberikan sesuatu ke bangsa ini sangatlah banyak seperti yang kami lakukan sebagai pemuda saat ini.,
Sebagai seorang ketua pemuda yang memimpin kepemudaan di Dusun Jongke Lor RW 26 saat ini, sayan sangat senang sekali karena dipercaya oleh rekan-rekan pemuda Dusun Jongke Lor RW 26 untuk menjadi ketua pemuda. Saya melihat semangat para pemuda untuk tetap bersatu dan berjuang dalam membangun dusun tercinta kami ini, walaupun mungkin belum maksimal namun kami tetap berusaha dan semangat untuk ikut memajukan dusun kami.
Pemuda adalah generasi penerus bangsa karena dahulu di tangan pemudalah Negara Indonesia kita tercinta ini dapat merdeka. Oleh karena itu, tugak kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa saat ini adalah meneruskan perjaunagn para pendahulu kita untuk mempertahankan kemerdekaan. Untuk dapat meneruskan perjuangan para pendahulu kita, sebagai pemuda kita harus bersatu, jangan sampai terpecah-becah, perjuangan para pendahulu kita tidaklah ada artinya. Yang bias dilakukan sebagai pemuda generasi penerus bangsa untuk memberikan sesuatu ke bangsa ini sangatlah banyak seperti yang kami lakukan sebagai pemuda saat ini.,
Sebagai seorang ketua pemuda yang memimpin kepemudaan di Dusun Jongke Lor RW 26 saat ini, sayan sangat senang sekali karena dipercaya oleh rekan-rekan pemuda Dusun Jongke Lor RW 26 untuk menjadi ketua pemuda. Saya melihat semangat para pemuda untuk tetap bersatu dan berjuang dalam membangun dusun tercinta kami ini, walaupun mungkin belum maksimal namun kami tetap berusaha dan semangat untuk ikut memajukan dusun kami.
Label:
Ketua pemuda
PAK FX SUMIJA
Bapak Fx Sunija sudah menjadi Kepala Sekolah SDN Mlati 2 selama kurang lebih 10 tahun 1 bulan, terhitung dari tanggal 19 Juni 1999. Sebelumnya, bapak menjadi guru SD di Jetisharjo semenjak tahun 1974. Setiap harinya, pria yang menikah dengan C. Kusmiyati pada tanggal 20 Juli 1956 ini harus menempuh jarak kurang lebih 21,5 km ke sekolah, dari rumahnya yang berada di daerah Moyudan, Sleman. Jarak yang jauh tidak menipiskan semangat beliau untuk terus mengabdi dan mendedikasikan dirinya demi kemajuan SDN Mlati 2.
Selama beliau menjabat, SDN Mlati 2 telah melakukan rehabilitasi gedung sekolah. Seluruh ruang kelas diperbaiki dan dibangun 1 runag likal dan 2 kamar mandi. Ruang guru pun kemudian dipindah dari awlnya yang berada di pojokan menjadi ke tengah-tengah gedung sekolah.Dengan rehabilitasi fisik gedung sekolah, maka kegiatan belajar-mengajar pun menjadi lebih nyaman dan efektif.
Bag pria yang lahir di Sleman tanggal 18 Juli 1851 ini, pekerjaan menjadi seorang kepala sekolah adalah suatu bentuk ibadah kepada Tuhan. Pekerjaannya dilakukan dengan suka cita. Suatu kebanggan baginya untuk dapat menyaksikan anak-anak muridnya yang masuk ke SDN Mlati 2 dan lulus dengan nilai yang baik. Pekerjaan yang banyak menuntut ketaktisan sikap dan tekanan deadline dihadapi bapak Sumija dengan penuh kesabaran. Beliau pun bersyukur memiliki staf-staf pengajar yang cekatan dan dapat bekerjasama dengan baik. Bagi beliau, SDN Mlati 2 adalah rumah kedua dan seluruh perangkatnya sudah seperti keluarga beliau sendiri.
Terakhir, Bapak Sumija menghimbau kepada anak-anak agar ikut bersemangat menyambut HUT RI ke-64 dan ikut berpartisipasi di RT masing-masing. Hari kemerdekaan harus dijadikan momen untuk mengenang jasa pahlawan dan memotivasi anak-anak untuk meneladani perjuangan para pahlawan agar dapat memberikann yang terbaik untuk bangsa. Hal itu dimulai dari hal-hal kecil seperti rajin belajar dan menolong sesama.
Selama beliau menjabat, SDN Mlati 2 telah melakukan rehabilitasi gedung sekolah. Seluruh ruang kelas diperbaiki dan dibangun 1 runag likal dan 2 kamar mandi. Ruang guru pun kemudian dipindah dari awlnya yang berada di pojokan menjadi ke tengah-tengah gedung sekolah.Dengan rehabilitasi fisik gedung sekolah, maka kegiatan belajar-mengajar pun menjadi lebih nyaman dan efektif.
Bag pria yang lahir di Sleman tanggal 18 Juli 1851 ini, pekerjaan menjadi seorang kepala sekolah adalah suatu bentuk ibadah kepada Tuhan. Pekerjaannya dilakukan dengan suka cita. Suatu kebanggan baginya untuk dapat menyaksikan anak-anak muridnya yang masuk ke SDN Mlati 2 dan lulus dengan nilai yang baik. Pekerjaan yang banyak menuntut ketaktisan sikap dan tekanan deadline dihadapi bapak Sumija dengan penuh kesabaran. Beliau pun bersyukur memiliki staf-staf pengajar yang cekatan dan dapat bekerjasama dengan baik. Bagi beliau, SDN Mlati 2 adalah rumah kedua dan seluruh perangkatnya sudah seperti keluarga beliau sendiri.
Terakhir, Bapak Sumija menghimbau kepada anak-anak agar ikut bersemangat menyambut HUT RI ke-64 dan ikut berpartisipasi di RT masing-masing. Hari kemerdekaan harus dijadikan momen untuk mengenang jasa pahlawan dan memotivasi anak-anak untuk meneladani perjuangan para pahlawan agar dapat memberikann yang terbaik untuk bangsa. Hal itu dimulai dari hal-hal kecil seperti rajin belajar dan menolong sesama.
Label:
Kepala Sekolah SDN mlati 2
PAK DUKUH
Bapak Sudiharjo menikah dengan Dra. Rr. Isyanti pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 1987 dan telah dikaruniai dua putrid. Putri pertama bapak dan ibu dukuh, yaitu Eka Yuni Purnamasari sedang menuntut ilmu di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2006. Sedangkan putrid kedua mereka, Listiana Ricky Dwi Utami, saat ini adalah mahasiswiFakultas Peternakan UGM angkatan 2007.
Sudah kurang lebih 26 tahun 7 bulan lamanya Pak Sudiharjo mengemban tanggung jawab menjadi Kepala Dusun Jongke Lor. Pengangkatan Pak Sudiharjo menjadi kepala dusun berdasarkan SK no.12/KPPS/1983 tanggal 30 Oktober 1983 dan telah disahkan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sleman no.15/IB/PEM/1983 tepat pada tanggal 10 November 1983. Selama menjabat, telah terjadi banyak perubahan yang terjadi pada Dusun Jongke Lor selama 27 tahun terakhir ini. Pada awalnya, perubahan fisik belum banyak terjadi. Namun, saat ini masyarakat Dea Sendangadi sudah dapat menikmati fasilitas sarana dan prasarana fisik seperti jalan desa yang sudah diaspal dan dikonblok hamper 90% sudah diperkeras. Perubahan di aspek padukuhan juga terasa cukup signifikan. Pada awalnya terdapat 436 penduduk dusun, namun sekarang sudah hamper 987 penduduk dari RT 1 sampai RT 6. Ketika menjabat, Dususn Jongke Lor belum memiliki satupun tempat ibadah.Namun, saat ini sudah terdapat 4 masjid dan 1 musholla di Dusun Jongke Lor yang tersebar hamper di seluruh RT. Selain itu, saat ini semua warga telah memiliki fasilitas listrik yang masuk ke Dusun Jongke Lor pada tahun 1985di RT 3 Gilingan dan Tegalmulyo. Disusul oleh masuknya fasilitas listrik di Dusun Jongke Lor , Sanggrahan, dan Gondangan Penen bertepatan pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1988. Kurang lebih 30% warga Jongke Lor sudah memiliki fasilitas telepon rumah. Sedangkan untuk jalan Mulungan-Gondangan Penen sendiri diaspal pada bulan November 1988 oleh para pemuda Sleman. Sedangkan jalan aspal Sanggrahan-Jongke Tengah dibangun tahun 2008.
Menjadi seorang kepala dusun dirasakan banyak memberikan suka duka dalam hidup pria yang menikah dengan Dra. Rr. Isyanti pada harii Sabtu tanggal 28 Maret 1987 ini. Beliau merasa senangdapat memberikan tenaga dan pikirannya demi kemajuan Dusun Jongke Lord an berbahagia bias dekat dengan para warga dusun. Segala sesuatu yang telah terjadi selama 27 tahun terakhir ini terus disyukuri oleh Pak Sudiharjo dan keluarga, diterima dengan lapangdada tanpa adanya rasa pamrih.
Bapak juga mengatakan bahwa beliau sangat bangga terhadap semangat para pemuda Jongke Lor yang mau memberikan kontribusi tenaga dan waktunya untuk memeriahkan acara HU RI di Dusun Jongke Lor. Menurut beliau, hal itu merupakan suatu bentuk kepedulian pemuda tehadap negrinya sendiri. Namun, beliau juga menghimbau agar acara tersebut tidaklah terkesan seperti menghambur-hamburkan uang semata. Penghayatan dan makna 17-an itu sendiri juga harus dipahami oleh pemuda dan anak-anak, bukan hanya sekedar perlombaan saja tapi juga hal-hal yang ersifat seremonial dan tradisi dari tahun ke tahun, seperti acara tirakatan dan tabor bunga. Selain itu juga yang bersifat monumental seperti membangun talud dan pengerasan jalan yang sifatnya bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Sudah kurang lebih 26 tahun 7 bulan lamanya Pak Sudiharjo mengemban tanggung jawab menjadi Kepala Dusun Jongke Lor. Pengangkatan Pak Sudiharjo menjadi kepala dusun berdasarkan SK no.12/KPPS/1983 tanggal 30 Oktober 1983 dan telah disahkan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sleman no.15/IB/PEM/1983 tepat pada tanggal 10 November 1983. Selama menjabat, telah terjadi banyak perubahan yang terjadi pada Dusun Jongke Lor selama 27 tahun terakhir ini. Pada awalnya, perubahan fisik belum banyak terjadi. Namun, saat ini masyarakat Dea Sendangadi sudah dapat menikmati fasilitas sarana dan prasarana fisik seperti jalan desa yang sudah diaspal dan dikonblok hamper 90% sudah diperkeras. Perubahan di aspek padukuhan juga terasa cukup signifikan. Pada awalnya terdapat 436 penduduk dusun, namun sekarang sudah hamper 987 penduduk dari RT 1 sampai RT 6. Ketika menjabat, Dususn Jongke Lor belum memiliki satupun tempat ibadah.Namun, saat ini sudah terdapat 4 masjid dan 1 musholla di Dusun Jongke Lor yang tersebar hamper di seluruh RT. Selain itu, saat ini semua warga telah memiliki fasilitas listrik yang masuk ke Dusun Jongke Lor pada tahun 1985di RT 3 Gilingan dan Tegalmulyo. Disusul oleh masuknya fasilitas listrik di Dusun Jongke Lor , Sanggrahan, dan Gondangan Penen bertepatan pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1988. Kurang lebih 30% warga Jongke Lor sudah memiliki fasilitas telepon rumah. Sedangkan untuk jalan Mulungan-Gondangan Penen sendiri diaspal pada bulan November 1988 oleh para pemuda Sleman. Sedangkan jalan aspal Sanggrahan-Jongke Tengah dibangun tahun 2008.
Menjadi seorang kepala dusun dirasakan banyak memberikan suka duka dalam hidup pria yang menikah dengan Dra. Rr. Isyanti pada harii Sabtu tanggal 28 Maret 1987 ini. Beliau merasa senangdapat memberikan tenaga dan pikirannya demi kemajuan Dusun Jongke Lord an berbahagia bias dekat dengan para warga dusun. Segala sesuatu yang telah terjadi selama 27 tahun terakhir ini terus disyukuri oleh Pak Sudiharjo dan keluarga, diterima dengan lapangdada tanpa adanya rasa pamrih.
Bapak juga mengatakan bahwa beliau sangat bangga terhadap semangat para pemuda Jongke Lor yang mau memberikan kontribusi tenaga dan waktunya untuk memeriahkan acara HU RI di Dusun Jongke Lor. Menurut beliau, hal itu merupakan suatu bentuk kepedulian pemuda tehadap negrinya sendiri. Namun, beliau juga menghimbau agar acara tersebut tidaklah terkesan seperti menghambur-hamburkan uang semata. Penghayatan dan makna 17-an itu sendiri juga harus dipahami oleh pemuda dan anak-anak, bukan hanya sekedar perlombaan saja tapi juga hal-hal yang ersifat seremonial dan tradisi dari tahun ke tahun, seperti acara tirakatan dan tabor bunga. Selain itu juga yang bersifat monumental seperti membangun talud dan pengerasan jalan yang sifatnya bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Label:
Ketua Dukuh
Langganan:
Postingan (Atom)